Senin, 12 November 2012

GERAK DASAR BOLA VOLLY


Service
Service ada beberapa macam: 1 Service Atas Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
3 Service Mengapung Adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
Sikap badan dan pandangan
Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.
Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.
Kedudukan Pemain (Posisi Pemain)
Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero

+ � o o 0f� �`A e='line-height:150%'> 
Contoh lari dalam bentuk permainan
Lari/jalan bebas mengikuti garis yang dibuat di lantai memungkinkan mereka bertemu satu dengan yang lain. Bila mereka bertemu harus melakukan tugas yang diperintahkan oleh guru. Misalnya bertepuk satu / dua tangan, bergandengan mernbuat lingkaran dan sebagainya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr69jSEM0NMw6jYBC3upbWP2EgRHjwvSuQnaD5FYsW-YgrTHmWkKffxTtrA-TGNvrvvQ4qhggojkUIN5WlA5faJ9YdqKekt-GBQ6UEBgrmiVELs5K2XzNdT7PbvmHlc8-IfvUZSmpJCLw/s320/Gerak+Lari+dan+Jalan+3.JPG


GERAK DASAR LARI DAN JALAN

Dasar-Dasar Gerak Lari dan Jalan Untuk Siswa SD - Lari adalah nomor atletik yang menjadi dasar dari hampir semua cabang olah raga. Paling tidak dalam pemanasan (warming up), lari menjadi bagian penting, sehingga harus diajarkan kepada semua anak. Guru yang mengajar pendidikan jasmani harus selalu memikirkan tentang bagaimana bagian dari materi pelajaran lari dapat dibuat semenarik dan menyenangkan mungkin. Bentuk lintasan, susunan kelompok, peralatan yang digunakan dan gerakan Iainnya harus bervariasi. Berbagai gerakanlari yang dapat dilakukan misalnya : lari maju, mundur dan kesamping, pada lintasan lurus dan hntasan berkelok-kelok; cepat dan lambat, menanjak atau menurun; menaiki atau menuruni tangga; dengan irama, dengan memantul, sendirian. berpasangan, di bukit, di jalan, dalam bentuk estafet dan lain-lain.
Untuk materi pelajaran pendidikan jasmani di SD kelas Ml tentu saja tidak semua variasi seperti contoh di atas ditampilkan. Materi harus dipilih dan, disesuaikan dengan pertumbuhan fisik dan kemampuan anak (6-8 tahun). Pada anak kelas Ml, koordinasi gerakbelum sempuma, sangat aktif, konsentrasi kurang. serba ingin tahu. imajinatif, senang membentuk keiompok kecti, laki-laki perempuan mempunyai minat sama, mudah gembira karena pujian dan mudah sedih karena dikritik. Dengan memperhatikan ciri-ctri di atas. maka materi pengajaran harus disesuaikan.
Berbagai bentuk gerakan lari/jalan
Lari/jalan ke depan
Lari/jalan ke beiakang
Lari angkat paha
Lari/jalan silang ke samping
Lari langkah kuda
Lari/jalan membawa benda
Lari/jalan lintasan berkelok-ketok
Lari/jalan naik turun tangga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgatY_-V7zD2xGbxfr5q-cjxS95FXkGfEayTwDnV9aGBG5LmHTQXVWwJa9_hkyvwwKdX3ugAVj-gMiK3lrQGzkNFYQ3o8gVdNMLm4s_QMo-sdc6Xk86rn6Y6Lt8qypyWrBextbkkblf2Vc/s320/Gerak+Lari+dan+Jalan.JPG
Anak bertemu satu dengan yang lain dengan gerakan jalan / lari
Bersalaman
Menepukkan satu tangan dengan tangan lawan
Menepukkan kedua tangan dengan tangan lawan
Bergandengan pada siku membuat satu putaran
Bergandengan tangan setinggi bahu, membuat putaran
Bergandengan dua tangan membuat satu putaran

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ajKCXWvgEvSDe1ylax_0Q5O4LmAoPEl3fpgWSGK4fHMYyY3mYqwoCg-QujvJ1MLufLYZXdvObYeNPEp-7r94LnFdTchxyAd46s4-U0CrC4jskuFbtMt9p_OvwethDhA5YMhRIKlWAFI/s320/Gerak+Lari+dan+Jalan+1.JPG

Contoh lari dalam bentuk permainan
Lari/jalan bebas mengikuti garis yang dibuat di lantai memungkinkan mereka bertemu satu dengan yang lain. Bila mereka bertemu harus melakukan tugas yang diperintahkan oleh guru. Misalnya bertepuk satu / dua tangan, bergandengan mernbuat lingkaran dan sebagainya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr69jSEM0NMw6jYBC3upbWP2EgRHjwvSuQnaD5FYsW-YgrTHmWkKffxTtrA-TGNvrvvQ4qhggojkUIN5WlA5faJ9YdqKekt-GBQ6UEBgrmiVELs5K2XzNdT7PbvmHlc8-IfvUZSmpJCLw/s320/Gerak+Lari+dan+Jalan+3.JPG


BAHAYA MEROKOK



Beberapa Bahaya Yang di Timbulkan oleh Rokok
1. Kanker Paru
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru.

2. Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.

3. Kanker Payudara
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

4. Kanker Serviks
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.

5. Kanker Kerongkongan
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.

6. Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).

7. Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.

8. Kanker Mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.

9. Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.

10. Serangan Jantung
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.

11. Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.

12. Aterosklerosis
Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.

13. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).

14. Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.

15. Gangguan medis lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.

Cara Berhenti Merokok 

Niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok.
Belajar membenci rokok
Bergaulah dengan orang yang tidak merokok
Sering-sering pergi ke tempat yang ruangannya ber-AC
Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok.
Jika ingin merokok, tundalah 10 menit lagi.
Beritau teman dan orang terdekat kalau kita ingin berhenti merokok.
Kurangi merokok sedikit demi sedikit.
Hilangkan kebiasaan Bengong atau menunggu.
Sering-seringlah pergi ke rumah sakit, agar tau pentingnya kesehatan.
Cari pengganti rokok, misalnya permen dan lain - lain
Coba dan coba lagi jika masih gagal.


sumber : chttp://permathic.blogspot.com/2012/06/bahaya-rokok-bagi-kesehatan-dan-cara.html

IMUNISASI


Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten (Depkes RI, 2005).
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu (Hidayat.A.A, 2009).
Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau bibit kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan kedalam tubuh. dengan memasukan kuman atau bibit penyakit tersebut, tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit penyakit penyerang tubuh (Sudarmanto, 2000).

Manfaat dan Tujuan Imunisasi
Manfaat imunisasi dan tujuan pemberian imunisasi adalah memberikan kekebalan tubuh pada bayi dari penyakit-penyakit tertentu.
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya (Depkes RI, 2005).
Tahun 1997 Depkes telah mencanangkan program pengembangn imunisasi (PPI) Yang menunjukkkan agar semua anak mendapat imunisasi terhadap tujuh peyakit yaitu: hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, pertusis ,dan tbc.
Jenis Imunisasi
Pada dasarnya dalam tubuh sudah memiliki pertahan tubuh secara sendiri agar berbagai kuman yang masuk dapat dicegah, pertahanan tubuh tersebut meliputi pertahanan nonspesifik dan pertahanan spesifik, proses pertahanan tubuh pertamakali adalah pertahan tubuh nonspesifik seperti komplemen dan makrofag dimana komplemen dan makrofag ini yang pertama kali akan memberikan peranketika ada kuman yang masuk kedalam tubuh (Agloocon, 2009).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwiT72SRGz11CUgW-luA7RT58Ibx4NagATWTmADauvAe0hOM0vh9OpDgcCLHPBLKPisdVGCs2bv2niT5Pdfgq0YTR5JnNl8JoiYHIXat61KqV65Mqinx2RXrcbFZzTIGiOQAgdO0HBpoc/s320/immunization-1.jpg


Imunisasi dibagi 2 yaitu (Agloocon, 2009):
1.        IMUNISASI AKTIF
Merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami resi imonologi spesifik yang akan menghasilkan respon seluler dan humoral serta dihasilkan sel memori, sehingga apabila benar-benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat merespon.
Kekebalan aktif terjadi bila seseorang membentuk sistem imunitas dalam tubunya. Kekebalan bisa terbentuk saat seseorang terinfeksi secara alamiah oleh bibit penyakit atau terinfeksi secara buatan saat diberi vaksin.
Kelemahan dari kekebalan aktif ini adalah memerlukan waktu sebelum si penderita mampu membentuk antibodi yang tangguh untuk melawan agen yang menyerang. Keuntungannya, daya imunitas dapat bertahan lama bahkan bisa seumur hidup.
Imunitsasi aktif dibagi 2 yaitu:
a.   IMUNITAS AKTIF ALAMIAH
Pada saat tubuh kita dimasuki bibit penyakit, terjadi suatu mekanisme pembentukan sisitem pertahanan tubuh yang spesifik terhadap bibit penyakit yang menyerang. Dengan demikian bila bibit penyakit itu mencoba kembali menyerang, tubuh sudah siap dengan pertahanannya.
b.   IMUNITAS AKTIF BUATAN (DIDAPAT)
Prinsip dari imunitas aktif didapat ini diambil dari imunitas aktif alamiah. Bedanya kita menyajikan bibit penyakit atau bagian daripadanya agar tubuh membentuk sistem imunitas spesifik sebelum bibit penyakit itu benar-benar datang. Inilah yang disebut vaksinasi.
Keuntungan sari pemberian vaksianasi ini adalah kita dapat mengontrol agar masuknya bibit penyakit (agen) tidak sampai menimbulkan penyakit yang parah pada diri sipenerima. Walau mungkin tidak sengaja dalam keadaan normal kekebalan taubuh dapat terbentuk.
2.        IMUNISASI PASIF
Merupakan pemberian zat imonoglobulin yaitu suatu at yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi.
Kekebalan pasif terjadi bila seseorang mendapat daya imunitas dari luar dirinya. Kekebalan seperti ini bisa didapat langsung dari luar atau secara alamiah (bawaan).
Keunggulan dari kekebalan pasif adalah langsung dapat  dipergunakan tanpa menunggu tubuh penderita membentuknya. Kelemahannya adalah tidak dapat berlangsung lama. Kekebalan seperti ini memang biasanya hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja.

a.   IMUNITAS PASIF ALAMIAH
Pada saat seorang bayi lahir kedunia, ia dibekali dengan sistem kekebalan tubuh bawaan dari ibunya. Inilah yang kita sebut dengan kekebalan pasif alamiah. Kekebalan jenis ini sangat tergantung pada kekebalan yang dipunyai oleh ibunya. Misalnya bila ibu mendapat imunisasi tetanus pada saat yang tepat dimasa kehamilan, maka anak memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk terlindung dari infeksi tetanus disaat kelahirannya.
Imunitas ibu yang dibekali pada sibuah hati antara lain imunitas terhadap difteri dan campak.
b.   IMUNITAS PASIF DIDAPAT
Pada keadaan ini imunitas didapat dari luar misalnya pemberian serum anti tetanus. Kelebihannya dapat langsung digunakan tubuh untuk melawan penyakit, tapi sayangnya kekebalan jenis ini mempunyai waktu efektif yang pendek.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7FtWmvT3St2KxjHzFSi1PeKq6nkZZFeDw_1RxQVS2C6LDPTN2AvDSlwvt8o1z_8-J5QwfYcXtkj0AKp_yWiS-tgxQD8DWwde9lWChw0_MkAokzP5THTHqBpZysZ1jGDabUphwBt2YCzY/s400/PIN.jpg
LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP
1.         Vaksin Hepatitis B PID (Prefill Injection Device)
a.    Deskripsi :
Vaksin Hepatitis B-PID adalah vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non infeksius, berasal dari HBsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (Hansenula polymorpha) menggunakan tehnologi DNA recombinan.
(Vademecum Bio Farma Jan 2002)
b.    Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan virus Hepatitis B
c.    Cara pemberian dan dosis :
1)     Vaksin disuntikkan dengan 1 (buah) HB PID, pemberian suntikan secara intra muskuler, sebaiknya pada anterolateral paha.
2)     Pemberian sebanyak 1 dosis
3)     Dosis diberikan pada usia 0-7 hari
d.    Efek samping :
Reaksi local seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan disekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
e.    Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap komponen vaksin. Sama halnya vaksin-vaksin lain, vaksin ini tidak boleh diberikan pada penderita infeksi berat yang disertai kejang

2.         Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin)
a.   Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosa.
b.   Cara pemberian dan dosis :
1)     Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkan dengan menggunakan alat suntik steril (ADS 5 ml).
2)     Dosis pemberian : 0,05 ml sebanyak 1 kali.
3)     Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas (insertio musculus deltoideus), dengan menggunakan ADS 0,05 ml.
c.   Kontraindikasi :
1)     Adanya penyakit kulit yang berat/menahun seperti : eksim, furunkulosis dan sebagainya.
2)     Mereka yang sedang menderita TBC.
d.   Efek samping :
Imunisasi BCG tidak menyebabkan reaksi yang bersifat umum seperti demam 1-2 minggu kemudian akan timbul indurasi dan kemerahan di tempat suntikan yang akan berubah menjadi pustule, kemudian pecah menjadi luka. Luka tidak perlu pengobatan, akan sembuh secara spontan dan meninggalkan tanda parut. Kadang-kadang terjadi pembesaran kelenjar regional di ketiak dan atau leher, terasa padat, tidak sakit dan tidak menimbulkan demam.Reaksi ini normal, tidak memerlukan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya.

3.         Vaksin Polio (Oral Polio Vaccine = OPV)
a.    Deskripsi :
Vaksin Oral Polio hidup adalah Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspense virus poliomyelitis tipe 1,2 dan 3 (strain sabin) yang sudah dilemahkan, dibuat dalam biakan jaringan ginjal kera dan distabilkan dengan sukrosa(Vademecum Bio Farma Jan 2002).
b.    Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomyelitis
c.    Cara pemberian dan dosis :
1)     Diberikan secara oral (melaalui mulut), 1 dosis adalah 2 (dua) tetes sebaanyak 4 kali (dosis) pemberian, dengan interval setiap dosis minimal 4 minggu
2)     Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes(dropper) yang baru.
d.    Efek Samping :
Pada umumnya tidak terdapat efek samping. Efek samping berupa paralisis yang disebabkan oleh vaksin sangat jarang terjadi (kurang dari 0,17 : 1000.000; Bull WHO 66 : 1988)
e.    Kontraindikasi :
Pada individu yang menderita “immune deficiency”. Tidak ada efek yang berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit. Namun jika ada keraguan, misalnya sedang menderita diare maka dosis ulangan dapat diberikan setelah sembuh

4.         Vaksin DPT-HB
a.    Deskripsi :
Vaksin mengandung DPT berupa toxoid dipteri dan toxoid tetanus yang dimurnikan dan pertusis yang inaktivasi serta vaksin hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin yang mengandung HBsAg murni dan bersifat non infectious (Vademecum Bio Farma Jan 2002).
b.    Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit dipteri, tetanus, pertusis dan Hepatitis B
c.    Cara pemberian dan dosis :
1)     Pembeerian dengan cara intramuscular, 0,5 ml sebanyak 3 dosis
2)     Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis selanjutnya dengan interval minimal 4 minggu (1 bulan).

5.         Vaksin Campak
a.    Deskripsi :
Vaksin campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan. Setiap dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infektif unit virus strain CAM 70 dan tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erithromycin.
(Vademecum Bio Farma Jan 2002)
b.    Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak
c.    Cara Pemberian Dan Dosis :
1)     Sebelum disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut steril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut
2)     Dosis pemberian 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas, pada usia 9-11 bulan
d.    Efek Samping :
Hingga 15 % pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksinasi
e.    Kontraindikasi :
Individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang diduga menderiat gangguan respon imun karena leukemia, lymphoma.

sumber : http://harry-arudam.blogspot.com/2012/03/pengertian-imunisasi.html

Senin, 05 November 2012



STRAT JONGKOK
Start adalah suatu persiapan awal seseorang pelari akan malakukan gerakan berlari. Untuk nomor lari jarak pendek start yang digunakan adlah start jongkok (crouch start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri (standing start).
Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari gawang adlah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Si pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.
Suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut ini :
1. konsentrasi penuh dan menghilangkan semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba Bersediaaa
2. menyesuaikan sikap yang sesuai pada posisi aba-aba Siaaap
3. suatu dorongan eksplosif oleh kedua kaki terhadap tumpuan pada start block dalam suatu sudut yang optimal.
1. Penempatan Start Blok
Ada tiga macam penempatan start blok, dan penempatannya disesuaikan dengan postur tubuh, yaitu :
a. Start pendek (short start)
b. Start medium (medium start)
c. Start panjang (longed start)
2. Aba-aba Start Lari Sprint
Lari sprint seoarang starter akan memberikan aba-aba : bersediaaa, siaaap. Yaaak atau door bunyi pistol. Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas sebagai berikut :
a. Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kaki dalam menyentuh blok depan dan belakang; lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap lurus ke bawah.
b. Siaaap
Setelah ada aba-aba siaaap, seoang pelari akan menempatkan posisi badan sebagai berikut : lutut ditekan ke belakang ; lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat ; lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120-140 derajat ; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari kedua tangan.
c. Yaak (bunyi pistol) atau drive
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yaak adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start blok ; kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian ; kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak namun lebih lama ; kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan ; lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.
3. Tahap-Tahap Pembelajaran Start Jongkok
Pembelajaran start jongkok terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
a. tahap bermain (games)
b. tahap teknik dasar (basic of technic)
a. Tahap Bermain (Games)
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem) start secara tidak langsung , dan cara start yang benar dinjau secara anatomis, memperbaiki sikap start serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain start adalah meningkatkan konsentrasi,reaksi bergerak, dan percepatan gerak siswa.
b. Tahap Teknik Dasar (basic of technic)
Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak start jongkok yang sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
b.1. Start dari posisi yang berbeda-beda
Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan percepatan suatu tanda aba-aba bergerak ke posisi lari dan melakukan lari percepatan. Tahap latihan dapat dilakukan secara individu atau berpasangan (satu atlet mengejar atlet yang lain)
b.2. Start berdiri dengan suatu tanda
Tahap ini bertujuan mengembangkan konsentrasi dan reaksi ; pada tahap ini dapat menggunakan suatu tanda-tanda start dapat lewat pendengaran (audio), lewat penglihatan (visual), dan sentuhan (taktil).
b.3. Start Berdiri dengan Berbagai variasi
Tahap ini bertujuan untuk melatih dan belajar mangangkat badan dan lari percepatan.
b.4. Posisi “Bersedia”
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi”bersedia”, pada tahap ini guru menjelaskan bagaimana cara menempatkan dan memasang start blok, dan demonstrasikan unsure-unsur kunci dari posisi awal serta latihlah dengan koreksi oleh guru atau teman/pasangannya.
b.5. Posisi Siaaap
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi siaaap pada saat start. Pada tahap ini guru sebaiknya menjelaskan perobahan sikap dari posisi bersedia ke posisi siap tanpa melakukan lari dan melakukan koreksi.
b.6. Urutan Gerak Secara Keseluruhan
Tahap ini bertujuan untuk merangkai tahap-tahap b.4;b.5 menjadi suatu gerakan keseluruhan. Pada tahap ini siswa melakukan start dan dilanjutkan lari sprint 10 sampai dengan 30 m dengan aba-aba atau tanpa aba-aba. Guru mencoba mengatur variasi waktu antara siap dan yaak atau bunyi peluit.
sumber : http://hadilegowo08.blogspot.com/2007/12/start-jongkok.html



GAMBAR KETIKA ABA ABA

Posisi ketika aba aba "bersedia"

Posisi ketika aba aba "siap"


Ketika aba aba "yak"

VIDEO